Surat Terbuka untuk Hardrock FM
Kepada Yth.
GMHR Hardrock FM
PT RADIO ANTAR NUSA DJAJA
Gedung Sarinah 8th Floor
Jl. MH. Thamrin 11
Jakarta
10350
Dengan hormat,
Bersama ini kami menyampaikan keprihatinan kami atas penyiaran yang dilakukan oleh HardRock FM dalam acara GMHR pada hari Selasa,
18 September 2007
pukul 06.00-10.00 WIB. Acara tersebut dipandu oleh sdr. Panji & sdr. Stenny selaku penyiar HRFM.
Pada acara on-air tersebut, HRFM menyampaikan hasil riset yang dilakukan oleh Dr. Michael Kramer mengenai menyusui dan resiko asma & alergi. Point yang disampaikan ke pendengar HRFM antara lain :
- Pemberian ASI tidak melindungi anak dari resiko terkena asma dan alergi
- Tidak hanya itu, pemberian ASI akan meningkatkan kemungkinan anak terkena asma dan alergi
HRFM menyampaikan bahwa hasil riset tersebut dilansir dari situs time.com (http://www.time.com/time/health/article/0,8599,1660962,00.html).
Penyiaran tersebut menimbulkan berbagai macam pertanyaan, kekhawatiran dan keraguan dari para ibu menyusui yang disampaikan melalui mailing list kami, sehat@yahoogroups.com Mereka khawatir atas kebenaran berita yang disampaikan dan disiarkan oleh HRFM.
Perlu diketahui bersama bahwa hingga tahun 2007 (laporan dari Depkes), hanya sedikit sekali (<13%) tingkat kesadaran dan keberhasilan ibu
Indonesia
yang memberikan ASI kepada bayinya. Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya pelanggaran pemasaran susu formula dan minimnya informasi edukasi mengenai ASI di berbagai kalangan masyarakat
Indonesia
. Pemberitaan yang dilakukan oleh HRFM jelas sedikit banyak menurunkan kepercayaan diri banyak ibu, terutama pendengar HRFM, untuk menyusui bayinya. Kami memahami bahwa HRFM merupakan media yang mayoritas pendengarnya berasal dari golongan usia produktif yang juga calon pencetak generasi baru berikutnya.
Atas pertimbangan tersebut diatas, kami merasa perlu untuk melakukan klarifikasi secara jelas dan menyeluruh mengenai temuan yang dipublikasikan oleh Dr. Michael Kramer di berbagai media. Hal ini penting agar tidak terjadi kebingungan dan keraguan bagi generasi muda
Indonesia
, khususnya pendengar HRFM.
Dr. Michael Kramer telah menyampaikan hasil penelitiannya yang dipublikasikan lengkap dalam situs medis : http://www.bmj.com/cgi/content/full/bmj.39304.464016.AEv1
Riset tersebut dilakukan untuk mengetahui lebih jauh mengenai dampak pemberian ASI thd menurunnya tingkat asma & alergi pd anak. Hasilnya menunjukkan bahwa ternyata di negaranya menyusui tidak menurunkan secara signifikan resiko anak terkena alergi ataupun asma.
Namun ada beberapa hal yg ditekankan & ditemukan oleh peneliti dalam risetnya adalah :
1. Menyusui melindungi anak dari resiko asma relatif masih kontroversial dan butuh penelitian lebih lanjut.
2. Riset dilakukan dg randomised trial sehingga keakuratannya jg masih perlu diteliti lebih jauh
3. Asma dan alergi adalah complex disease dan ditentukan oleh byk faktor.
Hingga saat ini pun masih byk yg belum diketahui secara pasti faktor penyebab dan mencegah asma secara menyeluruh
4. Dari hasil riset yg dilakukan oleh Kramer menemukan juga bahwa menyusui mengurangi resiko secara signifikan anak terkena infeksi gangguanpencernaan dan resiko terkena eksim (atopic eczema).
5. Menurut yg diklaim oleh Kramer, riset yg dilakukannya tidak utk membuat ibu2 utk berhenti memberikan ASI ke bayinya. Karena manfaat dari ASI sendiri sudah luar biasa terbukti dari banyak sekali riset.
Namun demikian publikasi dari berbagai media
massa
di dunia tidak disampaikan secara lengkap, sehingga membuat riset ini menjadi kontroversif dan cenderung menyesatkan. Sebagai tambahan, Dr Michael Kramer telah meneliti banyak sekali riset ttg laktasi dan hasil risetnya digunakan juga utk memperkuat advokasi pemberian ASI bagi balita dan kebijakan ttg pentingnya ASI eksklusif selama 6 bl.
Untuk lebih mempertegas kembali, beberapa hari yang lalu kami melakukan korespondensi melalui e-mail dengan Dr. Michael Kramer mengenai hasil risetnya. Korespondensi tersebut terlampir bersama
surat
ini. Dalam korespondensi tersebut, beliau menjelaskan di berbagai media, bahwa penelitiannya bukan utk mendorong ibu tdk menyusui bayinya. Berikut adalah terjemahan singkat dari penjelasan Dr Michael Kramer :
"Meskipun hasil penelitian kami menunjukkan bahwa lamanya menyusui (termasuk
pemberian ASI eksklusif) tidak menunjukkan penurunan signifikan thd resiko
anak terkena alergi & asma, namun menyusui terbukti telah memberikan manfaat
luarbiasa bagi ibu & anak. Manfaat ini sangat penting dibutuhkan terutama
bagi mereka yg tinggal di negara berkembang, termasuk
Indonesia
. PROBIT
(riset yg dilakukan oleh Dr Kramer dkk di Belarus-red) justru dibuat utk
memperkuat rekomendasi yg dikeluarkan WHO mengenai pentingnya ASI eksklusif
6 bl dan pemberian ASI bersama dg MPASI bagi bayi >6bl hingga usia 2 th atau
lebih."
Kami berharap klarifikasi yang disampaikan oleh Dr. Michael Kramer dapat menginformasikan secara lengkap dan tepat. Besar harapan kami, pihak HRFM dapat menyampaikan klarifikasi atau penjelasan atas penyiaran yang telah dilakukan pada tanggal 18 September 2007 kepada pendengar HRFM. Sehingga keraguan dan kebingungan yang dirasakan oleh pendengar HRFM dapat ternetralisir dengan informasi yang akurat dan tepat.
Kami yakin HRFM sebagai media kepercayaan masyarakat dapat secara nyata membantu mensukseskan promosi pemberian ASI bagi anak-anak
Indonesia
. Terutama dalam mencapai target Millennium Development Goals.
Sukses selalu menyertai HRFM. Terima kasih atas dukungan dan perhatiannya.
Hormat kami,
Luluk Lely Soraya Ichwan & Ade Novita
Konselor Laktasi
Yayasan Orang Tua Peduli (YOP)
"Proudly & consistently support breastfeeding from the first start and beyond"
====================================================================
LAMPIRAN SURAT TERBUKA untuk HRFM
Mengenai Penyiaran Menyusui & Resiko Asma dan Alergi
—————————- Original Message —————————-
Subject: Re: Respond from
Indonesia
From: "Michael Kramer, Dr."
Date:
Wed, September 19, 2007
12:14 am
To: lsoraya@cbn.net.id
————————————————————————–
Hi,
Here is my comment for breastfeeding mothers in
Indonesia
Even if prolonged and exclusive breastfeeding has no effect on reducing the risk of asthma and allergies, it is of proven benefit for many health outcomes both in the child and the mother. Nowhere are these benefits of greater importance than in developing countries, including
Indonesia
. PROBIT (our study in
Belarus
) has reinforced WHO’s recommendation for
exclusive breastfeeding for 6 months and continued partial breastfeeding over the long term.
Hope this is enough to answer all the issues
Michael S. Kramer, MD
—–Original Message—–
From: Luluk Lely Soraya I
To: Michael Kramer, Dr.
Sent: Tue Sep 18
12:15:59
2007
Subject: Respond from
Indonesia
Hi Dr Michael Kramer,
My name is Luluk Lely Soraya Ichwan from Concerned and Caring Parents Foundation (Yayasan Orang Tua Peduli / YOP) in
Jakarta
,
Indonesia
. I am a breastfeeding mother and also a lactation counselor.
In the last few days, your study result on relation of breastfeeding and asthma and allergies has become hot issue in many countries, including in
Indonesia
. Media in
Jakarta
has exposed your study as a weakness of breastfeeding and â?ouseâ? it to discourage mothers to breastfeed their babies. As you may know, only less than 13% of mothers in
Indonesia
breastfeed their infants (according to Demographic and Health Survey 2006). We still have to face many cultural and political issues related on breastfeeding in
Indonesia
.
I do understand that your study was not intend to discourage mothers to stop breastfeeding their babies. But it is happened. Many breastfeeding mothers in
Jakarta
feel worry and confuse on the fact of your study. I do really appreciate if you could reply this email and give a short & clear
statement or clarification for us.
Thank you for your attention.
Sincerely yours,
Luluk Lely Soraya I
"Proudly & consistently support breastfeeding from the first start and beyond"
December 27th, 2008 at 10:34 pm
Hi there! I love your website
If u are looking for Paid Surveys this is the place for u.
Start advancing your paychecks at http://tinyurl.com/9eeaop