vaksinasi ga cuma buat anak-anak lohh
Tak jarang muncul pertanyaan di mailing list sehat, mengenai seorang ibu yang sedang hamil kemudian terinfeksi virus, yang paling sering saya baca adalah rubella, mumps (gondongan), dan cacar air (mmm cacar air satu dua bulan ini mewabah banget ya, bahkan di sekolah reva). Ketika baca… pertanyaan mereka, saya langsung berdoa, tapi juga kecewa, ini salah satu bukti, bahwa pentingnya vaksinasi belum tersosialisasikan dengan baik, jangankan untuk orang dewasa, wong buat anak-anak aja masih pro kontra.
Alhamdulillah, saya termasuk pemegang prinsip “lebih baik mencegah daripada mengobati” jadi, walaupun reva belum berusia 10 tahun (rekomendasi IDAI vaksinasi cacar 10 tahun), reva ketika usia 2 tahun sudah saya berikan vaksinasi cacar air (varicella), sehingga reva tidak perlu ketularan. dan wira rencananya usia 12 bulan akan saya berikan vaksinasi varicella tersebut. Saya sendiri yang sejak kecil belum pernah kena cacar air, ketika merencanakan kehamilan wira, saya terlebih dulu melakukan vaksinasi cacar air dan mmr. Jadi ketika cacar air mewabah di kantor saat hamil wira, saya baik-baik saja, begitu juga ketika wenny sakit cacar air, padahal sehari sebelumnya kita seharian bersama-sama di seminar.
Loh dek? Buat apa kamu vaksin lagi? Memang waktu kecil belum? Bukannya makin gede makin kuat?
Bukannya repot vaksin saat dewasa? Apalagi udah nikah? (ya.. kalau dewasa vaksin, ga boleh pembuahan tuh apalagi hamil, harus beri jarak beberapa bulan, makanya teman teman yang belum nikah, vaksin dari sekarang, jadi pas menikah bisa langsung hamil, dan insya allah kehamilanya dijauhkan dari penyakit infeksi)
memang kenapa sih Harus Imunisasi?
Saya coba kutip definisi imunisasi dari web sehat (www.sehatgroup.web.id)
Imunisasi adalah suatu proses untuk membuat sistem pertahanan tubuh kebal terhadap invasi mikroorganisme (bakteri dan virus) yang dapat menyebabkan infeksi sebelum mikroorganisme tersebut memiliki kesempatan untuk menyerang tubuh kita. Dengan imunisasi, tubuh kita akan terlindung dari infeksi begitu pula orang lain karena tidak tertular dari kita. Oleh karena itu imunisasi harus dilakukan oleh semua orang (pengecualian pada kelompok orang dengan keadaan-keadaan tertentu) agar pada akhirnya nanti infeksi dapat musnah dari muka bumi.
Memang kenapa kalau hamil terinfeksi rubella atau mumps, atau cacar air?
"If a pregnant woman contracts rubella, especially during her first trimester, the virus can cause death or serious birth defects in the developing fetus." (http://www.mayoclinic.com/health/rubella/DS00332)
nahh… sebelum nasi terlanjur jadi bubur… mendingan buruan yang ada rencana married or hamil segera dehhh vaksin
kalau belum yakin buka link berikut http://www.cdc.gov/nip/recs/adult-schedule.pdf. disini dijelaskan panjang lebar mengenai imunisasi untuk orang dewasa, jadi sebenarnya tidak hanya untuk persiapan kehamilan yang sehat
Ada vaksin apa aja sih? untuk penyakit apa aja?
Yang saya tau, ada 10 jenis vaksinasi yang dapat mencegah terjadinya infeksi yaitu;
Vaksin polio mencegah penyakit polio,
Vaksin campak mencegah penyakit campak,
Vaksin hepatitis B mencegah penyakit Hepatitis B
Vaksin MMR mencegah penyakit gondongan, rubella(campak Jerman),
Vaksin DPT mencegah penyakit difteria, tetanus, batuk rejan (Pertusis),
Vaksin HIB mencegah penyakit meningitis,
Vaksin Varicella mencegah penyakit cacar air,
Tapi kok ada anak yang ga diimunisasi baik-baik aja tuh malah ga pernah sakit?
Adn banyak ibu hamil yang sebelum hamil ga vaksin juga baik baik aja?
Menurut web sehat lagi (ya karena diriku kan bukan dokter jadi lebih baik mengutip dari sumber terpercaya kan)
Secara garis besar, ada 2 kemungkinan;
Pertama, jika anak tidak pernah terpapar dengan mikroorganisme penyebab infeksi, maka tidak akan terjadi apa-apa, anak akan tumbuh sehat.
Kedua, jika anak terpapar dengan mikroorganisme penyebab infeksi, kemungkinan anak akan menderita penyakit atau tidak tergantung bagaimana kekebalan tubuhnya apakah dapat melawan mikroorganisme tersebut atau tidak. Anak dapat sakit ringan saja dan hanya perlu beristirahat dirumah, ataupun gejalanya cukup berat hingga harus dirawat di rumah sakit, ataupun dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian. Selain itu, dengan“membawa” mikrooragisme dalam tubuhnya, ia dapat menularkan penyakit ke orang lain di sekitarnya yang juga tidak memiliki perlindungan terhadap mikroorganisme tersebut dan pada akhirnya dapat menimbulkan epidemi dengan begitu banyak penderita yang sakit hingga meninggal.
aman ga sih? Ada efek samping ga? Halal ga?
Ya ga 100% sihh, bisa aja nyeri pada tempat suntikan, demam dan 1 diantara 1 juta suntikan ada yang alergi.
Autis? Hehehe email-email menyesatkan itu bisaaa aja ya…. kalau memang terbukti menyebabkan autis, hayooo kita bersama-sama tuntut WHO ke mahkamah internasional
Halal? Yaaa isu ini belakangan merebak, sampai sampai negara afrika menghentikan kewajiban vaksin polio, kemudian rakyatnya yg terinfeksi menunaikan ibadah haji, kemudian menularkan ke jamaah indonesia, kemudian dibawalah itu virus ke indonesia…. dan akhirnya sertifikat bebas polio di indonesia di cabut hiks hiks…. jadilah ada PIN lagi PIN lagi, ngabisin uang negara ga sihhhh?
Nah daripada habis mikirin rumor ga jelas, kenapa kita ga yakinin diri aja bahwa menderita penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh vaksin jauh lebih berbahaya
December 10th, 2006 at 4:09 pm
Aduuuh De…jadi keinget lagi soal si cacar air ini….maaf ya Bu…beneran ngga tau…
Sekalian De…bahas dong vaksinasi apa aja buat orang dewasa..buta pisan euy….
December 10th, 2006 at 5:17 pm
hihihi mommy benta ini… tidak perlu merasa bersalah…menurutku .. justru ada hikmahnya, banyak orang menjadi “aware” betapa pentingnya vaksin cacar air sebelum merencanakan kehamilan buat wanita dewasa yang belum pernah sakit cacar air. karena dimanapun, kapanpun bisa saja kita terpapar virus tanpa kita sadari. nahh bedanya kalau udah divaksin, tubuh kita 80-90% terlindungi. vaksin dewasa? sama aja sih sama anak anak. ya… tapi coba deh nanti aku post artikelnya peluk cium untuk benta ya…