Besok, Kamis 17 Agustus, adalah hari penting buat Wira, memasuki usia 6 bulan, setelah menjalani tantangan ASI Ekslusif (asi dan hanya asi, tidak ada tambahan lain bahkan air putih, ya… paling imunisasi polio heheheh) siap-siap menghadapi tantangan baru… yaitu … belajar dan mengenal makanan pendamping ASI (MPASI)
Saat Kelahiran, early lacth on, imunisasi rifgt after birth
Rasanya baru kemarin bunda merasakan mules, jam 2 malam bangunin ayah “ayah … mules nih ada flek ya mau nunggu pagi apa sekarang aja ke rspi?” “besok pagi aja” jawab ayah
tapi bunda inget pesan dr R…. seminggu sebelumnya waktu bunda 2nd opinion, “udah bukaan 3, nanti klo mules jgn rebahan praktekin senam hamilnya”
bunda bangunin nenek, “maa mules nih…” nenek langsung baca ayat kursi lagi, setiap kali ayat kursi dibacakan bunda kontraksi (ini sesuai hadist, waktu rasul menanti kelahiran cucu, dia memanggil istrinya utk membacakan ayat kursi ke putrinya)
bunda duduk bersila sambil berdoa dan atur nafas…mempraktekkan apa yang bunda pelajari waktu senam hamil
bunda niatnya mau sholat subuh dulu baru jalan ke rspi
tapi jam 3.45 kontraksinya berasa banget wira kasih sign dgn flek lagi, langsung ayah siapin mobil dan jam 4 tepat jalan ke rspi, sampai disana 4.05
suster masih cuek tapi dr udah dipanggilin, awalnya bunda males tetep sama dr K, feeling kurang enak, tapi ayah tetep pilih dr K, ya udah ga jadi dr R
azan subuh, nenek dan ayah lagi sholat, sementara bunda sudah masuk ruang bersalin, dr K masih merasa bukaan belum bagus dan ingin pasang infus, belum sempat infus terpasang, wira dah lahir dengan berat 3,82 dan tinggi 52 pada jumat pagi jam 6
thanks bu bidan, yang penuh keyakinan beragumen dengan bu dokter K
kaget semua kaget, ayah juga, bunda mengatur nafas dan mengingatkan sang dokter utk early latch on, sang dokter lupa…..ayah ragu, nenek lagi sms dr W
akhirnya inisiasi dini, mulut wira ditempel ke payudara bunda tapi pake slimut bukan skin to skin contact, setelah diazanin dan qomat baru wira ditaruh didada dan perut bunda dan diselimuti.
Dr W langsung instruksi hepatitis B right after birth via telpon dan ayah disuruh kasih persetujuan
Belajar menyusu, Akikah, Imunisasi
Niatan ASI Ekslusif bunda langsung dihadapkan pada cobaan, payudara bunda putingnya melesek, wira jadi sulit menyusu, berbekal pengetahuan dari milis sehat bunda penuh percaya diri mengambil rooming in, bahkan setiap suster bertanya “asinya udah keluar bu..?” dengan mantap bunda jawab udah, padahal bunda waktu itu juga masih bingung kok diperes ga ada dan ga belepotan di mulut wira. Karena 2 – 3 hari pertama biasa ASI belum keluar lancer, tapi biarkan bayi tetap menyusu Karena bayi dapat menghisap kolostrumnya.
Wira sangat sulit menyusu yg kiri, bunda iba, dan ga mau memaksa, berat wira terus turun, wirapun mulai kuning, suster bawel, akhirnya dr W menyuruh pulang segera, agar bunda lebih tenang menyusui kamu dirumah tanpa harus mendengarkan iklan susu formula dari para suster, (wong bayi emang turun beratnya di 2 minggu kelahiran, asalkan ga dehidrasi dan lemas mah aman saja. Kuning pada bayi yang muncul setelah hari keduapun bukan maslaha penting)
Kitapun pulang hari minggu setelah sebelumnya diimunisasi polio 0 (tapi tidak simultan dgn BCG, karena dirumah dipastikan aman dan berat wira sedang turun)
Dr W meminjamkan timbangan bayi, agar setiap hari lapor perkembangan ke beliau… beruntung kita kenal dsa seperti beliau ya wira….
Wira bunda akikahkan dengan sederhana dirumah dan mengirimkan sebagian ke panti asuhan, rambut wira ga bunda cukur tapi bunda kira kira aja beratnya berapa gram
sampai wira berumur 30 hari bunda masih hanya dapat menyusui dari payudara sebelah kanan saja, sementara yang kanan bunda pompa buat persediaan bunda ngantor nanti.
bunda salah pola pikirnya, bunda ga mau kamu nangis hehehe toh nanti klo udah gede bisa sendiri. Ketika wira imunisasi BCG dan hep B2 dan polio 1, Dr W sedikit marah, kepala wira peyang, dan payudara bunda besar sebelah, alhamdulillah berat dan tinggi wira bagus,
mulai wira umur 40 hari kita berdua mulai terbiasa menjalani proses menyusui dari kanan dan kiri, alhamdulillah lancar.
Usia 2 bulan wira imunisasi DPT 1, HIB 1, Polio 2 di dr W sambil konsultasi persiapan bunda kerja dan menyampaikan kesulitan bunda memeras ASI dengan tangan.
kembali bekerja dilemma memompa dan memeras ASI
ketika bunda harus kembali kerja, usia wira 3 bulan kurang 2 hari, Bunda harus memompa ASI, terasa oleh bunda hasil yg kanan lebih banyak dari yg kiri. Menurut dr U, itu krn mind set berfikir bunda puting kiri melesek hasilnya pun sedikit. Bunda juga stress ga bisa memeras dengan tangan, Akhirnya bunda mencoba rileks dan ga terlalu memikirkan hasil banyak atau sedikit, hanya bunda mencoba konsisten dalam manajemen waktu memompa.
hasil pompa 5cc, bunda simpen, meningkat kadang bisa 10 s/d 20 cc, terus meningkat dan bervariatif, pas kerjaan ga mumet bunda bisa produksi ASI sampai dengan 120, tapi ya umumnya 40 - 80 aja. Bunda harus pompa 2 jam sekali buat mencukupi kebuthan wira, karena ASI diproduksi sesuai supply and demand, semakin sering dipompa maka semakin banyak hasilnya, jam 8, 10, 12, 2, 4 biasanya bunda mompa 10 menit. Kadang bunda harus keluar kantor jadi ga bisa mompa. Sebulan terakhir bunda Cuma bisa 3 kali mompa, karena kesibukan kantor semakin luar biasa. Malam hari bunda juga masih mompa, awal dulu masih bsia 3 kali, akhir akhir ini malah Cuma sekali, Karena bunda kecapean
bunda ga punya stok seperti temen temen bunda di milis, tapi bunda ambil hikmahnya aja gpp ga melimpah tapi jadinya wira dapat asi pompa bukan yg dibekukan tapi cukup yang didinginin aja di kulkas yang katanya lebih baik
Tempat mompa? temen bunda usir keluar hehehe biar bunda bisa mompa diruangan, kalau dia lagi sibuk ya bunda gangguan tante2x resepsionis di kantor bunda buat pinjem ruang meeting, tapi sekali 2 x terpaksa ke mobil di parkiran or di toilet. Ya pede aja… berdoa yang terbaik toh bunda asinya langsung dari pompa masuk gelas. Untung temen bunda banyak yang sabar dan betahan hehehe thanks made, windy, wendy, danny, benny, krisna
Makanan? biasa aja… yg penting cukup aja ada sayur, lauk, buah dan minum 2 lt, bukan bunda takut gendut , tapi memang secara teori ASI kan sifatnya parasit, jadi bunda cukup makan sesuai piramida makanan ga berlebihan ga kurang. tapi bunda jadi gampang haus heheheh
ASI Ekslusif dan pertumbuhan wira
Sayang ya ga semua ibu tau bahwa mereka bisa memberi asi, ga semua ibu tau cara memberikan ASI.
Alhamdulillah kita berhasil ya wira sayang… terharu, bahagia, berjuta rasanya campur aduk jadi satu, perjuangan berat, sering cuti, ijin pulang cepat, segalanya bunda upayakan untuk wira 6 bulan ini konsumsi asi dan hanya asi
ga jarang ada yang ngomong "si ade pelit amat sih" hehehe bunda dengerin ajah, padahal bunda tidak kasih formula bukan krn pelit dan irit, tapi berusaha memberi yang terbaik buat wira, wira juga tau
kan
?
Apalagi bunda beli 2 pompa, ditambah dipinjemen tante manda 1 lagi, steril dll, ya ga irit juga sih, tapi bunda ga perhitungan, bunda Cuma percaya ASI adalah karunia Allah SWT.
bahagia melihat celotehan wira dari hari ke hari, teriakan, senyuman, usaha wira mengambil mainan dan hal yang menarik buat wira, bolak balik buku, bercanda dengan kakak, gelengan kepala kalau tidak mau, anggukan kepala wira ketika membenarkan pertanyaan, ketika wira belajar tengkurap, ketika wira belajar duduk, ketika wira tetap sehat sementara yang lain sakit, ketika wira tetap ceria mengalami flu setelah ketularan bunda kemarin
Kebahagiaan juga terasa ketika ke cikal untuk imunisasi dpt2, hib2, polio 3 sewaktu 4 bulan dan juga ketika imunisasi dpt3, hib3, hepb3 dan polio 4 sewaktu 5 ½ bulan kemarin, tabel berat badan dan pertumbuhan wira sangat baik sekali wira dah 7,5 kg…
terima kasih ya Allah sudah menunjukan kebaikan kebaikan ASI, thanks ayah… nenek, kakak reva, mba, dr W, dr U, mba – mba milis sehat,dan semua yang sudah memberikan dukungan yang sangat berarti, buat bunda dan dek wira.
MPASI (makanan pendamping ASI)
Wira sayang…. Tantangan berikutnya MPASI ya nak… MPASI yang sehat dan bukan makanan instant, bunda dan nenek nanti akan mengajarkan wira cara makan, rasa makanan, dan jenis makanan
Juga tantangan wira untuk meninggalkan botol susu heheheh wira harus belajar pakai gelas spout ya …. buat minum ASInya
Sekalian kita coba lagi usaha ajarin kakak reva yang masih picky eater… semoga nanti kakak melihat wira makan buah makan sayur dan ga pakai garam plus gula, kakak reva jadi doyan juga… aminnnn
Kita cobain resepnya tante tante milis sehat ya… mba luluk, mba dewi joris, mba efi… thanks juga buat mba vida yang udah kasih link soal tepung beras hehehe
Semoga ASI bunda makin banyak ya… jadi bener bener sampai 1 tahun wira tak kenal susu produksi selain produksi dari pabrik mamae bunda hehehhehe
Wuihhh berjuta rasanya………….