Archive for August, 2006

the power of communication

Wednesday, August 30th, 2006

kemarin… made ga masuk… sementara gw belum berhasil nemu kunci ruangan gw yg semept ketinggalan di pintu jumat lalu dan disimpenin made diatas tumpukan kerjaan gw. jadilah gw pinjem kunci pak ari. trus siang siang pak ari dateng minta kuncinya dibalikin

"yah pak saya mau pinjem sampai sore"

"lah kunci lo mana"

"tau nih mungkin jatuh trus kesapu"

tiba tiba wendy kasih kunci gw "nihh tau ga lo gw nemuin dimana? dilantai deket tempat sampah"

"oh mungkin jatuh pas gw angkat angkat kertas kerjaan itu"

langsung deh pak ari ngoceh "makanya.. komunikasi dong"

hehehe jadilah gw nyengir nyengir…. iya … kenapa juga gw ga tanya wendy dari kemaren kemaren dia nemu kunci gw apa enggak

apalagi tuh kunci saat ini jadi jantung, secara kalau meres ASI gw mesti kunci pintu kan?

jadi kepikiran… apa jadinya dunia ini tanpa komunikasi ya?

bayi aja usaha banget berkomunikasi dengan sekitarnya

wira anak gw yang baru 6 bulan aja dah berusaha manggil manggil "da da" ke gw yang tadinya "mamma", manggil kakaknya "tata" dan kalau ga kenal atau susah manggilnya wira bilang "eh eh" hihihihi

reva putri tercinta gw yg masih cadel juga usaha banget menyampaikan keinginannya yg kadang kalau cadel nya keluar, kalimatnya jadi sulit dimengerti

but at least… she try

blum lagi buat dapat kebebasan berpendapat aja mesti pakai demo segala, mengingat dulu salah ngomong dikit bisa bisa dekem di penjara

nyokap dulu pisah ama bokap karena bokap di LN bertahun tahun, cuma bisa komunikasi lewat surat

nah sekarang.. di jaman alat komunikasi udah canggih…. masih ada ga ya yang males berkomunikasi???

gw aja jadi ga merasa USA tuh jauh… krn malah jadi rutin komunikasi sama harry adek gw yang lagi belajar disana

mungkin sama orang tertentu kali ya… yang udah pada tahapan akhir lo berusaha berkomunikasi tapi gagal terus sampai akhirnya lo males.com atau bahkan jadi antipati ?

special cake dari tante luluk

Tuesday, August 22nd, 2006

http://mamalehe.blogspot.com/2006/08/cake-asi-eksklusif.html

Cake_asi

masih gaptek hehhee ga tau cara masukin foto kesini, jadinya bunda copyin aja link dapurnya tante luluk yang udah berbaik hati memberikan hadiah yang sangat manis dan lezatt tentunya heheheh, membuat perasaan semakin berjuta rasanya….

nenek terharu banget…. dari yg tidak yakin apakah sambil bekerja bunda bisa kasih asi dan hanya asi ke wira sampai akhirnya yakin dan dengan penuh percaya diri berbagi ke sanak saudara dan tetangga soal asi.

wajar sih awalnya ga yakin soalnya dulu waktu kakak reva bayi sangat menentang soal asi ini, dan ketika ketemu dr wati pun… blum sepenuhnya yakin sampai akhirnya nenek berhasil diyakinkan oleh dr utami

kalau ada gelar berastfeeding grandma, boleh tuh nenek diusulin yaa walaupun nenek sadar betul dia ga maksimal karena bsianya kasih asi pake dot, tapiii yg penting kan ASI hehehe produksi pabrik bunda…

makanya seneng banget tante luluk kasih kue, trus bunda bilang aja nih maa dari mba luluk buat mama dan kakak reva hehehe, soalnya kakak reva jadi tergeer geer merasa boneka diatas cake itu kakak lagi mangku dedek wira

wira juga mengelus kuenya seperti ngerti kue itu menceritakan soal keberhasilannya bersabar meminum ASI dan hanya ASI sampai 6 bulan

thanks a lot tante luluk dan kakak alyssa…

tulisan ayah reva & wira

Monday, August 21st, 2006

Saya Lelah Mengaku Sebagai Orang Jawa:
Testimoni Seorang Anak Bangsa

Sejak lahir sampai besar saya tinggal dan mencari nafkah di Jakarta. Meski
pernah selama tiga tahun menuntut ilmu di Magelang, namun dapat dikatakan
sebagian besar hidup saya tidak pernah jauh dari Ibukota Negara Republik Indonesia
ini.

Ayah dan Ibu saya keturunan jawa. Namun demikian, mereka tidak pernah
menggunakan bahasa jawa dalam kehidupan sehari-hari kami, apalagi menekankan
kepada anak-anaknya bahwa kami adalah orang jawa.

Setiap kali orang menanyakan asal suku kepada saya, lidah saya terasa kelu
dan hati saya berdebar kencang, seolah raga ini tidak rela apabila saya
mengaku sebagai orang jawa. Bagaimana mungkin saya mengaku sebagai orang
jawa apabila saya sendiri merasa asing dengan bahasa dan budaya jawa?
Bagaimana mungkin saya mengaku sebagai orang jawa, untuk kemudian dicibir
apabila ketahuan bahwa saya tidak menguasai bahasa dan budaya jawa?

Jangan disangka saya tidak pernah berusaha belajar bahasa dan budaya jawa.
Namun setiap kali saya berusaha belajar bahasa dan budaya jawa, batin saya
selalu bertanya: Apakah dengan menguasai bahasa dan budaya jawa hidup saya
jadi lebih bermanfaat untuk orang lain?

Meski saya dari keluarga jawa, namun tidak ada keraguan sedikitpun ketika
ingin menikah dengan seorang perempuan dari keluarga padang. Tidak ada
keraguan sedikitpun ketika pernikahan kami dilakukan dengan adat padang.
Demikian pula tidak ada seorang pun dari keluarga jawa saya yang memprotes
ketika pernikahan kami menggunakan adat padang.

Kepada anak-anak kami, saya dan istri tidak pernah menekankan bahwa saya
adalah keturunan jawa dan istri saya adalah keturunan padang. Begitu pula,
kami tidak pernah memperlakukan budaya jawa atau budaya padang sebagai
sesuatu yang lebih istimewa dibandingkan budaya dari daerah lain untuk
diperkenalkan kepada anak-anak kami.

Ketika anak-anak kami besar nanti, mereka mungkin akan menghadapi persoalan
yang sama dengan saya, bahkan mungkin lebih besar lagi. Bagaimana mungkin
mereka mengaku sebagai orang jawa saja atau orang padang saja, padahal
ayahnya adalah keturunan jawa dan bundanya adalah keturunan padang? Apakah
mungkin mereka mengisi pertanyaan suku pada formulir apapun dengan jawaban
suku jawa-minang?

Oleh karena itu, biarkanlah saya menjadi orang Indonesia saja, tanpa ada
keharusan mengaku keturunan dari suatu suku tertentu.

Biarkanlah anak-anak kami tumbuh menjadi orang Indonesia saja, tanpa ada
keharusan dan kebimbangan untuk mengaku sebagai keturunan dari suatu suku
tertentu.

Biarkanlah keturunan kami nanti berteriak lantang: "Saksikanlah, bahwa saya
adalah orang Indonesia saja!"

Eagle flies alone, so high . and sky is the limit.

Ciputat, 17 Agustus 2006

Ari Juliano Gema
http://arijuliano.blogspot.com

P.S.: Republik Indonesia, selamat ulang tahun, ya. Semoga lebih banyak lagi
wargamu yang tidak malu mengaku sebagai orang Indonesia saja.

6 bulan pertama nya WIRA

Wednesday, August 16th, 2006

Besok, Kamis 17 Agustus, adalah hari penting buat Wira, memasuki usia 6 bulan, setelah menjalani tantangan ASI Ekslusif (asi dan hanya asi, tidak ada tambahan lain bahkan air putih, ya… paling imunisasi polio heheheh) siap-siap menghadapi tantangan baru… yaitu … belajar dan mengenal makanan pendamping ASI (MPASI)

Saat Kelahiran, early lacth on, imunisasi rifgt after birth

Rasanya baru kemarin bunda merasakan mules, jam 2 malam bangunin ayah “ayah … mules nih ada flek ya mau nunggu pagi apa sekarang aja ke rspi?” “besok pagi aja” jawab ayah

tapi bunda inget pesan dr R…. seminggu sebelumnya waktu bunda 2nd opinion, “udah bukaan 3, nanti klo mules jgn rebahan praktekin senam hamilnya”

bunda bangunin nenek, “maa mules nih…” nenek langsung baca ayat kursi lagi, setiap kali ayat kursi dibacakan bunda kontraksi (ini sesuai hadist, waktu rasul menanti kelahiran cucu, dia memanggil istrinya utk membacakan ayat kursi ke putrinya)

bunda duduk bersila sambil berdoa dan atur nafas…mempraktekkan apa yang bunda pelajari waktu senam hamil

bunda niatnya mau sholat subuh dulu baru jalan ke rspi

tapi jam 3.45 kontraksinya berasa banget wira kasih sign dgn flek lagi, langsung ayah siapin mobil dan jam 4 tepat jalan ke rspi, sampai disana 4.05

suster masih cuek tapi dr udah dipanggilin, awalnya bunda males tetep sama dr K, feeling kurang enak, tapi ayah tetep pilih dr K, ya udah ga jadi dr R

azan subuh, nenek dan ayah lagi sholat, sementara bunda sudah masuk ruang bersalin, dr K masih merasa bukaan belum bagus dan ingin pasang infus, belum sempat infus terpasang, wira dah lahir dengan berat 3,82 dan tinggi 52 pada jumat pagi jam 6

thanks bu bidan, yang penuh keyakinan beragumen dengan bu dokter K

kaget semua kaget, ayah juga, bunda mengatur nafas dan mengingatkan sang dokter utk early latch on, sang dokter lupa…..ayah ragu, nenek lagi sms dr W

akhirnya inisiasi dini, mulut wira ditempel ke payudara bunda tapi pake slimut bukan skin to skin contact, setelah diazanin dan qomat baru wira ditaruh didada dan perut bunda dan diselimuti.

Dr W langsung instruksi hepatitis B right after birth via telpon dan ayah disuruh kasih persetujuan

Belajar menyusu, Akikah, Imunisasi

Niatan ASI Ekslusif bunda langsung dihadapkan pada cobaan, payudara bunda putingnya melesek, wira jadi sulit menyusu, berbekal pengetahuan dari milis sehat bunda penuh percaya diri mengambil rooming in, bahkan setiap suster bertanya “asinya udah keluar bu..?” dengan mantap bunda jawab udah, padahal bunda waktu itu juga masih bingung kok diperes ga ada dan ga belepotan di mulut wira. Karena 2 – 3 hari pertama biasa ASI belum keluar lancer, tapi biarkan bayi tetap menyusu Karena bayi dapat menghisap kolostrumnya.

Wira sangat sulit menyusu yg kiri, bunda iba, dan ga mau memaksa, berat wira terus turun, wirapun mulai kuning, suster bawel, akhirnya dr W menyuruh pulang segera, agar bunda lebih tenang menyusui kamu dirumah tanpa harus mendengarkan iklan susu formula dari para suster, (wong bayi emang turun beratnya di 2 minggu kelahiran, asalkan ga dehidrasi dan lemas mah aman saja. Kuning pada bayi yang muncul setelah hari keduapun bukan maslaha penting)

Kitapun pulang hari minggu setelah sebelumnya diimunisasi polio 0 (tapi tidak simultan dgn BCG, karena dirumah dipastikan aman dan berat wira sedang turun)

Dr W meminjamkan timbangan bayi, agar setiap hari lapor perkembangan ke beliau… beruntung kita kenal dsa seperti beliau ya wira….

Wira bunda akikahkan dengan sederhana dirumah dan mengirimkan sebagian ke panti asuhan, rambut wira ga bunda cukur tapi bunda kira kira aja beratnya berapa gram

sampai wira berumur 30 hari bunda masih hanya dapat menyusui dari payudara sebelah kanan saja, sementara yang kanan bunda pompa buat persediaan bunda ngantor nanti.

bunda salah pola pikirnya, bunda ga mau kamu nangis hehehe toh nanti klo udah gede bisa sendiri. Ketika wira imunisasi BCG dan hep B2 dan polio 1, Dr W sedikit marah, kepala wira peyang, dan payudara bunda besar sebelah, alhamdulillah berat dan tinggi wira bagus,

mulai wira umur 40 hari kita berdua mulai terbiasa menjalani proses menyusui dari kanan dan kiri, alhamdulillah lancar.

Usia 2 bulan wira imunisasi DPT 1, HIB 1, Polio 2 di dr W sambil konsultasi persiapan bunda kerja dan menyampaikan kesulitan bunda memeras ASI dengan tangan.

kembali bekerja dilemma memompa dan memeras ASI

ketika bunda harus kembali kerja, usia wira 3 bulan kurang 2 hari, Bunda harus memompa ASI, terasa oleh bunda hasil yg kanan lebih banyak dari yg kiri. Menurut dr U, itu krn mind set berfikir bunda puting kiri melesek hasilnya pun sedikit. Bunda juga stress ga bisa memeras dengan tangan, Akhirnya bunda mencoba rileks dan ga terlalu memikirkan hasil banyak atau sedikit, hanya bunda mencoba konsisten dalam manajemen waktu memompa.

hasil pompa 5cc, bunda simpen, meningkat kadang bisa 10 s/d 20 cc, terus meningkat dan bervariatif, pas kerjaan ga mumet bunda bisa produksi ASI sampai dengan 120, tapi ya umumnya 40 - 80 aja. Bunda harus pompa 2 jam sekali buat mencukupi kebuthan wira, karena ASI diproduksi sesuai supply and demand, semakin sering dipompa maka semakin banyak hasilnya, jam 8, 10, 12, 2, 4 biasanya bunda mompa 10 menit. Kadang bunda harus keluar kantor jadi ga bisa mompa.  Sebulan terakhir bunda Cuma bisa 3 kali mompa, karena kesibukan kantor semakin luar biasa. Malam hari bunda juga masih mompa, awal dulu masih bsia 3 kali, akhir akhir ini malah Cuma sekali, Karena bunda kecapean

bunda ga punya stok seperti temen temen bunda di milis, tapi bunda ambil hikmahnya aja gpp ga melimpah tapi jadinya wira dapat asi pompa bukan yg dibekukan tapi cukup yang didinginin aja di kulkas yang katanya lebih baik

Tempat mompa? temen bunda usir keluar hehehe biar bunda bisa mompa diruangan, kalau dia lagi sibuk ya bunda gangguan tante2x resepsionis di kantor bunda buat pinjem ruang meeting, tapi sekali 2 x terpaksa ke mobil di parkiran or di toilet. Ya pede aja… berdoa yang terbaik toh bunda asinya langsung dari pompa masuk gelas. Untung temen bunda banyak yang sabar dan betahan hehehe thanks made, windy, wendy, danny, benny, krisna

Makanan? biasa aja… yg penting cukup aja ada sayur, lauk, buah dan minum 2 lt, bukan bunda takut gendut , tapi memang secara teori ASI kan sifatnya parasit, jadi bunda cukup makan sesuai piramida makanan ga berlebihan ga kurang. tapi bunda jadi gampang haus heheheh

ASI Ekslusif dan pertumbuhan wira

Sayang ya ga semua ibu tau bahwa mereka bisa memberi asi, ga semua ibu tau cara memberikan ASI.

Alhamdulillah kita berhasil ya wira sayang… terharu, bahagia, berjuta rasanya campur aduk jadi satu, perjuangan berat, sering cuti, ijin pulang cepat, segalanya bunda upayakan untuk wira 6 bulan ini konsumsi asi dan hanya asi

ga jarang ada yang ngomong "si ade pelit amat sih" hehehe bunda dengerin ajah, padahal bunda tidak kasih formula bukan krn pelit dan irit, tapi berusaha memberi yang terbaik buat wira, wira juga tau

kan

?

Apalagi bunda beli 2 pompa, ditambah dipinjemen tante manda 1 lagi, steril dll, ya ga irit juga sih, tapi bunda ga perhitungan, bunda Cuma percaya ASI adalah karunia Allah SWT.

bahagia melihat celotehan wira dari hari ke hari, teriakan, senyuman, usaha wira mengambil mainan dan hal yang menarik buat wira, bolak balik buku, bercanda dengan kakak, gelengan kepala kalau tidak mau, anggukan kepala wira ketika membenarkan pertanyaan, ketika wira belajar tengkurap, ketika wira belajar duduk, ketika wira tetap sehat sementara yang lain sakit, ketika wira tetap ceria mengalami flu setelah ketularan bunda kemarin

Kebahagiaan juga terasa ketika ke cikal untuk imunisasi dpt2, hib2, polio 3 sewaktu 4 bulan dan juga ketika imunisasi dpt3, hib3, hepb3 dan polio 4 sewaktu 5 ½ bulan kemarin, tabel berat badan dan pertumbuhan wira sangat baik sekali wira dah 7,5 kg…

terima kasih ya Allah sudah menunjukan kebaikan kebaikan ASI, thanks ayah… nenek, kakak reva, mba, dr W, dr U, mba – mba milis sehat,dan semua yang sudah memberikan dukungan yang sangat berarti, buat bunda dan dek wira.

MPASI (makanan pendamping ASI)

Wira sayang…. Tantangan berikutnya MPASI ya nak… MPASI yang sehat dan bukan makanan instant, bunda dan nenek nanti akan mengajarkan wira cara makan, rasa makanan, dan jenis makanan

Juga tantangan wira untuk meninggalkan botol susu heheheh wira harus belajar pakai gelas spout ya …. buat minum ASInya

Sekalian kita coba lagi usaha ajarin kakak reva yang masih picky eater… semoga nanti kakak melihat wira makan buah makan sayur dan ga pakai garam plus gula, kakak reva jadi doyan juga… aminnnn

Kita cobain resepnya tante tante milis sehat ya… mba luluk, mba dewi joris, mba efi… thanks juga buat mba vida yang udah kasih link soal tepung beras hehehe

Semoga ASI bunda makin banyak ya… jadi bener bener sampai 1 tahun wira tak kenal susu produksi selain produksi dari pabrik mamae bunda hehehhehe

Wuihhh berjuta rasanya………….

working mom berjuta rasanya 2

Thursday, August 10th, 2006

(dear all, mau sharing tulisan cinta bunda dr wati,the most inspiring woman in my life, krn entah kenapa kemaren pas gw posting working mom 1 pas di milis sehat juga jadi bahasan soal manajemen waktu orangtua)

Bekerja adalah IBADAH …
Apapun bentuknya
Saya sering memperoleh pertanyaan .. dok saya quit aja ya …saya guilty
sama anak2

(kayaknya gw one of them yg dia maksud disini hehehe)

Saya orang biasa yang berpikir sederhana
Mengapa harus merasa guilty?
Kita punya sejuta alasan baik saat mengambil keputusan.
Saya pribadi akan menjawab … kalau pekerjaan mu terkait kemungkinan (saya
pakai kata kemungkinan karena namanya juga .. usaha …) masa depan yang
lebih baik bagi anakmu .. mengapa harus merasa guilty?

Jangan underestimate anak … they are very wise and very intelligent …
mereka tahu mama nya pergi setiap hari membanting tulang untuk mereka ….
Kalau saya biasanya akan menjawab begini ….
Sedapat mungkin jangan quit (memang butuh kapasitas khusus, kapasitas
extraordinary menjadi manusia berperan ganda) ….
Lihat .. di luaran sana .. banyak yang menganggur
Lihat … biaya pendidikan dan kesehatan terus membumbung
Ketika jaman serba tidak menentu … memiliki dua lumbung lebih baik kan
ketimbang satu lumbung

Tidak semua orang bisa wiraswasta di rumah … bagaimanapun masing2
perempuan punya "bakat", keahlian, serta destiny masing-masing …
Bagus sekali kalau bisa di rumah dan tetap berpenghasilan … terus lebarkan
sayap .. terus perkaya khasanah ilmu, pengetahuan, dan wawasan …
Bagus juga kalau terus menekuni pekerjaan formal dan memberikan yang terbaik
sesuai profesi dan kemahiran dan pengetahuan ….
Apapun keputusan yang diambil .. jangan pernah disesali … di review boleh
dan harus

Do your best wherever you are … whatever you are … every seconds of your
life

(gimana ga makin cinta gw sama beliau ???)

working mom berjuta rasanya

Monday, August 7th, 2006

"de … jadi wanita itu ya harus superwoman… ya isteri, ya ibu, belum lagi kalau kerja"

"de… kerja itu ibadah… niatkan dalam hati"

hehehe terngiang terus kata kata bunda dokter.. .the most inspiring woman in my life

kalau dipikir iya hebat banget ya ibu rumah tangga… baik yg fulltime mom maupun yang working mom, salut buat semua ibu di dunia yang memiliki cinta

berhubung status gw working mom ya gw bisanya bahas yg working mom ajah..

early in the morning bangun… meres ASI…. bangunin ayah… temenin wira kalau wira bangun… trus sholat subuh… bangunin kakak reva… trus make sure semua assistant dah nyiapin tetek bengek kebutuhan pagi (hehehe sorry ayah… bunda pake assistant biar praktis ajah) dan kakak reva pun disiapkan oleh assistantnya buat berangkat sekolah jam 7 pagi

nyusuin wira… (kalau wira bangun) or langsung mandi… meneguk juice kacang hijau or susu hangat baru nyusuin wira…

kasih wira ke nyokap buat jalan jalan (wira kalau pagi dah bete pengennya nampang keliling kompleks ) baru gw berpakaian (sekarang baju ga sempet mikir gaya abis dikejar waktu)

tepat jam 6 berangkat.. kadang baru jam 6.30 konsekuensi kesiangan selain absen merah, terpaksa nyetir bermacet ria plus intimidasi supir supir bermental "angkot" yg doyan intimidasi mobil perempuan apalagi supirnya perempuan.

sampai di kantor cek email sekilas… bersih bersih meres ASI

kerja deh… dengan kondisi tiap 2 -3 jam meres ASI buat wira my lovely baby boy dengan 3 pompa, gw butuh 1 kali nyuci dan sterilisasi krn gw meres 4 - 5 kali di kantor.

ga jarang waktu meres ga bisa sesuai jadwal karena tugas kantor mengahruskan keluar rumah… langsung keinget ucapan bunda dokter buat penambah semangat, abisss kalau mau jujur gw maunya sampai wira 6 bulan yah nyusuin ajaaa atau ya banyakan meresnya dibanding kerjanya hehehe

tapi gw kan bukan tipe orang yg mau dapet gaji buta, juga bukan tipe yg penting terlihat kerja… gw selalu ingin memberikan yang terbaik (bener deh ga boong hehehhe)

pulang kantor jam 5, pulang kantor dgn kondisi jalan yg macet, plus seperti biasa gw kok merasa "terintimidasi" driver lelaki bermental "angkot dan perempuan" hehehe mereka mestinya gw beliin samson hahahhaa

sampai rumah meres asi, mandi… sholat, minum susu hangat, nyusuin wira….. terus dinner sambil godain kakak reva.. nyusuin wira dan ajak wira dan reva bobo…

tapiii  yg bikin gw akhir akhir ini sedih… reva bablas dia merasa assitantnya lebih punya waktu dibanding gw… hiks…

wira juga kalau pagi sekarang dah kepengen main sama neneknya…

sesekali ambil cuti buat bikin kejutan tiba tiba bisa jemput kakak reva… tapi… reva menolak dia bilang "bunda… kakak udah gede… lagian di mobil bunda sepi ga ada temen-temen"

kalau wira sih masih antusias begitu liat gw pengen nyusu

ayah yang paling kasian hehehe kadang kita ketemu cuma sesaat denger perintah gw buat dia sarapan or mandi. malam hari parah…. dia pulang gw dah bobo….

ga jarang gw yg paranoid ini ketakutan… takut krn kesibukan gw mereka jadi ga butuh gw (astaghfirullah)

tapi terngiang lagi ucapan bunda dokter…

ayah… reva… wira… sabar ya.. mudah-mudahan semakin hari manajemen waktu bunda semakin baik dan bisa memberikan kualitas cinta yang semakin baik dari hari ke hari

Pekan ASI sedunia

Tuesday, August 1st, 2006

tadi ada konvoi motor harley yg ternyata berisi orang orang dan beberapa artis berbaju hitam dengan sablon "proudly support breastfeeding"

maklum sekarang tuh

Pekan ASI sedunia……. 1 - 7 Agustus

ASI is the best

ASI di produksi sesuai teori supply and demand

ASI bisa di peres/pompa kemudian disimpan di lemari es dan hangatkan ketika akan diminum bayi kita

jadi bekerja bukan halangan dong buat memberikan ASI ekslusif (asi dan hanya asi) sampai 6 bulan

dan ASI plus MPASI sampai 1 tahun

dan ASI plus UHT 1 sampai dengan minimum 2 tahun

doain yaaa gw berhasil memberikan ASI ke wira